Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Tausiah Pernikahan’

Barusan mendengarkan tausiah perkawinan dari ulama pada pernikahan adikku tersayang, rasanya menggugah perasaan dalam kalbu saya. Diusia perkawianan kami yang memasuki tahun ke 6 ini rasanya ada energi baru setelah mendengar uraian pak kyai yang kocak ini.

Dalam istilah jawa pada awal pernikahan isteri kita sebut garwo kependekan dari sigaraning nyowo  atau kita sebut belahan jiwa, saling membutuhkan dan merasa tidak lengkap tanpa isteri di samping kita.  Dalam di usia pernikahan 5-10 tahun isteri disebut semah atau kependekan dari isine omah atau untuk isi-isi rumah ya isteri hanya hiasan rumah. Dalam usia pernikahan menginjak kejenuhan dan anak-anak beranjak besar isteri disebut konco wingking atau teman di belakang atau yang disembunyikan dan hanya sebagai pelengkap sang suami dan tidak pantas di tampilkan.

Dari uraian di atas pak kyai memberi nasehat kepada sang pengantin pria agar selalu mempertahankan isteri sebagai garwo atau belahan jiwa, ini adalah kondisi yang sulit dan perlu intelegensi tinggi untuk mencapainya. Di kala kehidupan suami isteri sudah mulai jenuh, biasanya suamilah yang mulai mengguncang biduk rumah tangga. Dalam hal ini pak kyai memberi contoh kehidupan kisah kasih pada binatang, contohlah merpati baik jantan dan betina yang selalu setia pada pasangan dan tidak pernah ganti pasangan  walaupun berada dalam kumpulan merpati dan itu ibarat godaan dalam kehidupan, merpati tetap setia. Kalo merpati bertelur, sang jantan dan betina akan bergantian mengerami telurnya dan akan bergantian mencari makan, janganlah seperti ayam ketika betina mengerami telur, sang jantan akan meninggalkan dan bahkan mengawini betina lain. Maka tidak salah kalau merpati mendapat sebutan Merpati Tak Pernah Ingkar Janji.

Ya itulah sekelumit ringkasan nasehat dari ulama dalam perkawinan adikku tersayang.

Semoga kalian sakinah, rahmah dan istiqomah.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.