Feeds:
Posts
Comments

Air Sumur berwarna kuning, berbau besi berkarat, dan endapan kuning itu semua pernah kami alami berpuluhtahun ditempat tinggal kami di kawasan Ambarukmo Depok Sleman Yogyakarta.
Tetapi semua kini tinggal kenangan. Air Sumur kami telah menjadi bening, segar dan bebas endapan. Mengatasi kondisi ini telah kami lakukan dengan berbagai cara.
Air sumur rumah kami menjadi bening dengan cara yang tidak kami duga sebelumnya. Diawali dengan berbagai pendapat dan teori dan akhirnya kami memiliki teori sendiri. Anda bisa membayangkan sebulan sekali pipa air di rumah kami yang terpasang pada posisi melintang buntu dan hanya mengalirkan air dengan debit yang kecil sekali. Kalau sudah demikian pipa pralon kami pukul-pukul sambil disentor air langsung dari pompa adalah keharusan. Air bercampur endapan berwarna kuning akan keluar disertai bau menyengat seperti besi berkarat.
Dalam kondisi demikian untuk kebutuhan masak dan minum kami meminta tetangga yang berjarak 30 meter dari sumur kami dan ajaibnya air sumurnya melimpah dan bening sekali.

Suntik Sumur

Suntik sumur, inilah yang pertama kami pikir akan mengatasi masalah. Banyak masukan dari kanan kiri atau dari para tukang sumur bahwa dengan disuntik akan mengatasi masalah. Dan kesimpulan yang diambil adalah semakin dalam akan semakin baik air yang diperoleh. Akhirnya kami pesan tukang suntik sumur dengan order sumur disuntik sedalam-dalamnya. Sumur awal dari permukaan sedalam 14 meter. Dengan suntik cara manual dua pipa 5″ sepanjang 4 meter berhasil dimasukkan atau sedalam 8 meter total dalam suntikan.
Hasilnya apa Saudara-saudara, air yang kami peroleh lancar dalam jumlah tetapi dari kualitas semakin menurun. Air kalau dipompa ke atas akan terlihat bening tetapi setelah didiamkan beberapa saat akan keruh dan kemudian akan bening dengan meninggalkan endapan di dasar wadahnya.

Seiring berjalannya waktu untuk kebutuhan sehari-hari kami masih mengambil air dari sumur itu. Sumur kami biasa di pakai 3 rumah tangga dengan masing-masing satu pompa yang dipasang di tengah sumur. Karena pipa yang dipakai untuk sumur suntik hanya 5″ maka hanya dua pipa dari 3 pompa yang dimasukkan dan satu pompa mengambil air diluar suntikan sumur.

Ternyata sekitar enam bulan kemudian, ternyata oh ternyata, air yang diambil di luar sumur suntik menjadi bening dan bebas endapan. Setelah kami amati maka kami berteori bahwa sumur suntik telah mengambil endapan yang seharusnya muncul ke permukaan. Endapan menjadi tidak sempat naik karena secara fisik telah disedot pada sumur yang lebih dalam.

Kemungkinan yang terjadi adalah seperti pada coret-coret berikut:

mengatasi-sumur-kuning-bau-besi
Itulah teori yang kami tebak, semoga yang mengalami hal sama bisa teratasi masalahnya. Perlu penelitian lebih dalam untuk mengatasi masalah ini.
Yang unik di wilayah kami, bahwa setelah kami menyuntik sumur, air di sumur-sumur tetangga juga ikut menjadi bening. dalam area lebih 200-300 meter persegi. Hanya yang perlu dipikirkan sekarang kalau diharuskan terus-menerus menyedot air dalam pipa suntik, pertanyaannya untuk apa air yang sudah disedot. ini yang perlu dipikirkan bersama tetangga sekitar.
Mengapa judulnya pakai kemungkinan, karena saya bukan ahli sumur atau ahli geologi, itulah pengalaman saya.
Semoga bermanfaat.

Jumpa dengan kawan lama yang lain profesi memang menyenangkan. Diskusi pengalaman masing-masing menjadi luar biasa, hanya kelemahannya karena kelamaan ngobrol jadinya malah ngrasani, baik kawan seprofesi maupun yang lain.

Temen saya adalah dosen di sebuah perguruan tinggi swasta, bergelar Doktor dan berjabatan akademik Lektor. Asal muasal keluarga beliau yang dari keluarga buruh dan petani menjadikan empati yang mendalam terhadap sesama. Doktor bidang teknik diperoleh dari Australia dan  master dari Inggris (kalo gak salah tangkap cerita atau mungkin kebalik).

Menariknya adalah ketika sampai diskusi masalah perilaku teman sekerja, Dosen. Profesi mulia dengan pendapatan dan penghasilan yang sangat layak. Ada gaji, tunjangan fungsional akademik, Sertifikasi dosen/tunjangan dosen profesional hitungan diterima pasti 15-18 juta per bulan, belum termasuk pendapatan sebagai pemakalah seminar, penelitian hibah dikti, dan proyek kerjasama dengan pihak lain. Dijamin dosen usia 30an tahun punya rumah dan mobil bebas kredit dari Bank.

Oiya, saya bukan dosen tetapi kehidupan dosen saya setiap hari melihatnya, Bapak Saya adalah dosen di sebuah Institut Agama Islam, jadi diskusi perihal kehidupan dosen dengan kawan lama saya menjadi nyambung karena saya melihat sosok dosen dan kehidupannya melekat dengan saya.

Kenapa dan mengapa itulah diskusi kami terkait profesi dosen.

“saya kalau melihat kawanku ngerjai mahasiswa, mewajibkan mahasiswa dengan ‘ini itu’, tidak melaksanakan tugas yang gak ada duitnya, kadang sedih dan gamang dengan tanggungjawabku sebagai Dosen”….itu awal diskusi mendalam kita.

“kehidupan kota jogja cenderung naik kadar hedonis nya, memicu seorang berprofesi apapun untuk nyari rezeki lebih. Tak terkecuali dosen. Dulu dosen pendpatan kecil, gak ono sertifikasi setara Gaji PNS, gak ono tunjangan Jafung nya, Saya jadi prihatin lihat sekitarku, mereka terlalu ngejar setoran, dan menghargai apa-apa dengan uang. Mengajar minta transport tambahan, membuat karya ilmiah minta didanai, publis di jurnal minta reward, pengabdian masyarakat minta dana ………….. diminta tolong atau menolong dianggap mengancam karir kawan. Kalau tidak ingat ini profesi yang aku idamkan dan aku cita-citakan mungkin aku sudah beralih jalur menjadi praktisi…………………… , diwenehi ati ngrogoh rempelo dan ….. itu sifat dasar manusia ”

itu tangkapan percakapan bebas yang aku tangkap.

Karena sudah malam, besok saya sambung lagi ya.

Sudah lama juga ya saya tidak berbagi di blog saya ini. Diawal saya ceritakan tentang penyakit asam urat saya yang saya tulis di sini dan disini. Alhamdulillah dalam setahun terakhir saya tidak berkunjung ke dokter yang biasa saya kunjungi sebulan sekali. Berawal boomingnya medsod di smartphone baik Whatsapp, LINE, Wechat dll… ajang silaturrahim pun menjadi bervariasi dan tidak berbatas waktu.

Ajakan ketemuan pasti tak terhindarkan. Seringya saya alasan gak ikut karena sakit asam urat sering menjadi gurauan dan dugaan ketidak percayaan kawan-kawan saya. Setelah beberapa kali kesempatan menolak terpaksa saya mengunggah foto obat-obatan yang barusan saya dapatkan dari resep dokter, baru mereka percaya kalau saya sakit.

Temen saya yang jago Bahasa Inggris mencarikan obat saya di internet, tentu yang herbal karena obat paten telah saya minum bertahun-tahun. Yang dia cari konon resep tradisional dari luar karena resep tradisional di Indonesia dari sirsak, salam, daun kepel dll telah saya coba dan masih kambuh juga. Akhirnya teman dia di Jerman menyampaikan resep obat asam urat tradisional Jepang dan Cina dan manjur terbukti turun temurun, yaitu dengan buah pepaya muda.

Resepnya dalam terjemahan bebas intinya seperti ini:

– sediakan buah pepaya muda dipotong kubus kurang lebih 1 cm-an sekitar 8 potong.

– rebus dalam air 1,5 gelas sampai mendidih hingga air tinggal 1 gelas.

– taburi dengan teh hijau sedikit

– tunggu sampai hangat/dingin.

– minum setiap hari sekitar jam 9-10 malam.

Alhamdulillah resep tersebut saya gunakan setahun terakhir dan saya baru berkunjung ke dokter sekali itupun karena sakit flu berat dan bukan karena asam urat.

Mencari pepaya muda di perkotaan yang padat seperti saya di Jogja merupakan perjuangan tersendiri. Kayaknya yang penting bukan potongan kubusnya dan jumlahnya yang sekitar delapan, maka pepaya muda saya ganti dengan pepaya muda siap sayur yang biasa di bawa penjual sayur keliling, biasanya sudah diplastik, harganya hanya 2-ribuan, dan sudah dicacah.

Saya ambil satu atau jumput untuk direbus. Teh hijau pun juga saya ganti dengan teh biasa, sedikit saja. Bahkan pernah karena gak ada teh tabur oleh istri saya diganti teh celup. Insya Allah tidak ada manfaat yang berkurang.

Alhamdulillah kini pantangan yang biasa dihindari telah dapat saya makan kembali, namun dengan mengingat umur perlu diperhatikan kuantitasnya.

Makan apa saja boleh asal tidak berlebihan.

Semoga bermanfaat.

Pengalaman Terbang Bersama Air Asia, setelah 8 tahun tidak menengok kampung isteri, kesempatan itu datang jua bersama Maskapai Air Asia. Maskapai ini awalnya kita pilih karena kita tergoda dengan promo harga murahnya. Dalam price listnya dengan harga yang kita bayar ada selisih 450an ribu. Selisih itu tidak menjadi masalah karena masih lebih murah dengan maskapai lain. Kalo dihitung kasar untuk bertiga tiket kami berharga 229k kali 3 orang , setelah hitungan pajak dll masuk total jenderal menjadi 1,1 jt an, its ok.

Yang sedikit menjadi kendala adalah perubahan jadwal terbang yang tidak tanggung-tanggung, rencana kami terbang pukul 15.40, seminggu sebelum keberangkatan diubah menjadi 7.30 pagi, wow, rencana yang telah disusun menjadi berantakan. Tetapi ok gak masalah. Masalahnya hanya jadi bolos kerja dan anak jadi bolos sekolah.

Problem kami hanya saat check in, kami ditempatkan pada tempat duduk yang terpisah-pisah. Bayangkan ibu, anak dan bapak ditempatkan pada tempat duduk terpisah, aneh kan, kami sekeluarga, beli  tiket satu paket, menjadi aneh ketika tidak bisa duduk dalam satu deret. Hahahahaha…………….. tapi ternyata ada solusinya…….. kita bisa pindah tempat duduk sesuai keinginan kita asalkan tempat yang kita incar belum di plot untuk orang lain, tetapi harus dengan membayar 18an ribu plus pajak menjadi 20an ribu sekian, ini adalah solusi, tapi gak masalah yang penting tenang dan nyaman.

Saatnya terbang, maskapai ini tepat waktu banget, meleset sedikit saat akan take off hanya karena ngantri di landas pacu karena ada pesawat akan mendarat. Di dalam pesawat, suasana standar lah, klas ekonomi domestik, hanya pramugari lebih sedikit dari pada maskapai lain……..

Karena klas ekonomi, penumpangnya pun dari berbagai kalangan dan ada 10 an anak kecil. Hahahahahaha……….. saat di dalam kabin selama 1,5 jam rasanya tidak ada suara sunyi selalau ada tangis bayi dan balita. Gak papa lah…………. maklum. Dulu anak kita juga nangis terus dalam dalam kabin saat masih balita. Jadi kita pun harus maklum……….. gak boleh marah……. dongkol boleh, sedikit aja.

Saat mendarat, ini pengalaman menarik, dari sekitar 100 take off dan landing yang pernah saya alami, pendaratan maskapai Air Asial ini adalah yang paling mulus saya rasakan, hampir tidak ada hentakan,dan tarikan pengereman tidak terasa sama sekali. Saya gak tahu yang seperti ini pendaratan yang aman apa tidak, tetapi yang jelas saya pribadi merasa nyaman. Pendaratan yang menghentak memang diharuskan saat kondisi landasan basah. Pilot Air Asia ini top deh. Saya juga gak tahu hanya pilot ini atau seluruh pilot Air Asia pendaratannya halus, yang penting aman dan selamat dan tentu nyaman.

Kayaknya saya akan ketagihan nih dengan harga murah Air Asia, kapan-kapan jalan-jalan lagi ah.

Ternyata ada tiga hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa seperti kita 

1. Menjilat Sikunya Sendiri.

2. Melihat Kupingnya sendiri tanpa bantuan cermin.

3.Tidak bisa bernafas jika sedang mengeluarkan lidah.

 

 

 

Sudah..sudah..jangan diterusin. Masukin kembali lidahnya cuma test aja koq

Setelah sekian lama siaran tv kita diisi sinetron yang marajelala dengan  seri nya yang  super duper panjang, kemudian bergeser ke sinetron misteri, kemudian menjadi siaran misteri dan uji nyali…………. mengisi di hampir seluruh siaran tv kita, kini kita disuguhi  tv dengan siaran video yang di ambil dari you tube. Sah-sah saja……….. strategi apalagi ini, sudah habis idekah, sudah habis uang kah. Mengapa semua latah. Eits, kata istriku karena pemilik stasiun TV nya saudaraan atau temenan jadi idenya ditiru gak papa.

Video yang di upload di internet memang bisa di unduh siapa saja, zero cost, itu mungkin pertimbangan utamanya. Hanya seleksi video yang ditayangkan sangat lemah, kualitas gambar hampir semua nya rendah.

Kalo saya sih sebagai orang tua, hanya kasihan sama anak kita, karena tayangan itu hampir semua berasal dari luar negeri dengan gaya pakaian yang tiada batas. Memang mendampingi anak nonton TV adalah kewajiban ortu, tapi saya sudah ngalami sangat butuh energi besar untuk mendampinginya. Tidak adanya kontrol dari lembaga berwenang dalam memonitor tayangan TV kita, makin berat tugas para ortu menjaga moral dan mental anak kita dalam jalur yang benar.

Kalau sudah begini TV kabel yang sempat saya putus ketika lama diluar kota dulu dipertimbangkan untuk disambung lagi.

Selamat tinggal siaran tv tidak mutu Indonesia.

Sekian lama blog ini kutinggalkan untuk turut bersuka cita berlomba2 dengan temen2 sekantor mencoba peruntungan Google Adsense, langkah pertama membeli domain dan hostingnya dengan harga yang paling murah. Memposting materi sektiar 20 an posting berbahasa bule, didaftarkan GA diterima dalam waktu seminggu dengan perbaikan sekali. Setelah 3 bulan berjuang setiap malam akhirnya bulan ke 3 siap menerima 123$ diangan-angan. Akhirnya pagi ini, apa yang terjadi Saudara-saudara GA ku kena Banned….. ternyata 5 orang temenku akun GA nya semua kena banned,,,,, syaran saya kepada Saudara-saudara semua… (hasil mencari tahu dari berbagai forum):

1.  jangan membuka akun adsense di kantor yang memungkinkan semua orang dikantor anda yang memiliki akun adsense juga membukanya di kantor anda. IP address anda akan dikenali sebagai IP yang sama dengan rekan kantor anda, akibatnya anda diduga memiliki banyak akun , karena dianggap sering mengakses dalam waktu bersamaan/hampir sama dari satu IP.

2. jangan membagi nama domain anda dengan rekan kantor anda, karena bisa jadi web anda akan di salahi dengan mengklik iklan adsennya dari kantor anda, akibatnya anda di duga mengklik iklan sendiri.

3. jangan main komputer/internet di jam kerja. anda tergolong korupsi dari segi waktu, listrik, bandwith, pikiran dan mengesampingkan kemajuan institusi anda dan anda sendiri.

4. berusahalah bekerja profesional, kembangkan potensi diri anda sendiri dan tetap semangat.

5. kalau masih mau mencari peruntungan di GA, buat akun lagi dengan nama dan alamat beda dan jangan diakses pindah-pindah komputer/jaringan, usahakan beli jaringan sendiri, dari rumah atau beli fasilitas internet instan dari berbgai kartu perdana, kalau yang terakhir ini siap-siap makan ati kalo kecepatannya secepat keong.

Selamat tinggal Google Adsense. ………. berminat dengan domain saya: visitor 30.000 – 100.000 sebulan dari woorank, alexa 350ribuan. umur 4 bulan 10 hari.

Atau anda akan memberi saran untuk di jual kemana atau untuk apa?